Mengelus-elus si kecil yang telah bangun. Tangan Kak Tinapun tetap meraba pahaku. Bokep barat Sapto! Kelihatannya bagus. Setiap siang sepulang sekolah, sambil mengembalakan tiga ekor sapi milik Pak Rochim, aku membaca Kho Ping Hoo. Anak-anaknya dibawa semua. Ini memang mani” Kata Kak Tina. Lalu hidungnya mencium tangannya, aku agak heran. Celana seragamku aku rendam di kamar mandi.Aku menuju dapur, lalu makan bersama Kak Tina. “Atau..”, Kak Tina memandangku, lalu tersenyum lebar, “Kamu mimpi basah ya, Sapto?”. Terkadang mengelusnya, terkadang mengusap sampai ke pangkal pahaku. Naluriku menyuruhku untuk menekan punggungku ke dadanya. Mata Kak Tina mendelik-delik, nafasnya terengah-engah. Untung sisanya telah mengering. Kubolak-balik halamannya, ada bagian yang ditandai. Reflek kuelus sendiri kemaluanku. Sepatu-sepatu terjatuh menimbulkan suara berisik. “Bau, tahu?! Beratkupun saat itu belum sampai 40 kilo.