Sambil berlutut mendekatkan tubuhnya di antara pahaku, Papiku berbisik,
“Sstt.. Bokep terbaru Sementara itu terasa bagiku sebuah silinder panjang, keras dan hangat, berdenyut-denyut di antara kedua bongkahan pantatku.Papiku menghentikan aktivitasnya dan berbisik lagi,“Kita ke kamar saja ya!” Beliau mendorongku berdiri dan merangkulku, terus menuntunku masuk ke dalam kamarku yg letaknya bersebelahan kamar mandi itu.Aq seperti tak berdaya mengikuti apa saja yg dilakukannya. Aq nyaris menjerit menahan lonjakan rasa nikmat yg disiramkannya secara tiba-tiba itu.Begitulah beberapa kali Papiku melakukan hujaman-hujaman ke dalam liang terdalamku tersebut. Yg wanita dan yg sudah pernah melakukan senggama dan menikmatinya, pasti setuju, ya nggak! Sementara aq sendiri betul-betul masih menggantung, posisiku bahkan belum berubah, mengangkang di ranjang, sehingga dari sebelah meja kerja Papiku pastilah selangkanganku tampak terlihat jelas.Papiku duduk di ranjang di depanku sambil memegangi kepala kemaluannya yg tampak memerah.