Usai sesi yang melelahkan sore itu, kami kembali ke kamar masing masing.Aku antar dia sampai pintu kamarnya dan janjian ngobrol lagi sambil makan malam.“Hmm..elo kok nggak bawa jaket Jen?” kataku ketika dia kulihat agak meringkuk kedinginan di meja makan. Bokep viral jilat..” Benar benar nikmat melihatnya tersiksa, namun sebetulnya aku lebih tersiksa lagi karena batangku sudah mengeras bagaikan batu. Ketika tegukan terakhir habis, bibirku perlahan mengulum bibirnya. Kadang kadang aku datang ke kantornya dan hanya dengan mengangkat roknya aku menjelajahi area area sensitifnya secara cepat dan efisien. Akibatnya pantatnya terangkat tinggi dan Jenni menjerit nikmat. Basah, hmm..dia mulai naik lagi. “Cuek aja Urip, kita kan ada tugas bikin outline..” Memang kebetulan aku dan Jenni satu group dengan 3 orang lainnya, tetapi tugas itu sebetulnya bisa dikerjakan besok siang. Jenni mendesis desis.“Terus rip, perhatian elo bikin gue jadi wanita..”
“Tenang sayang, wanita seperti kamu memang pantas diperhatikan.. toh cuma sebentar..” Tapi aku keburu pergi dan mengambilkan baju hangatku untuknya. Pasrah. Dengan posisi berdiri, tubuhnya sungguh seksi.




















