shiitt”
“Ougggh.. Playbokep Setelah sekian lama, akhirnya ada beberapa balasan dari mereka. Langsung saja saya hampiri dia (sebelumnya dia memberitahu ciri-cirinya) dan menyapanya.“Halo, hm.., Nina, ya?”,
“Iya..”
“Saya Tomi” sambil berkata saya pun langsung duduk didepannya.Seperti yang telah kami janjikan sebelumnya, kami bertemu sendiri-sendiri tanpa teman. Diperlakukan seperti itu, Nina ternyata mulai merasa ‘panas’ yang kian memuncak dan diapun mulai memeluk saya dengan erat. Kami berangkat sekitar jam 6 sore dan sampai di tempat karaoke itu sekitar jam 6.30. Waktu masih belum pukul 9 malam, dan kami masih berjalan-jalan sebentar keliling kota untuk mencari tempat makan yang enak, setelah itu sayapun mengantar Nina pulang ke rumahnya. Ciuman kami itu kadang-kadang lembut dan kadang-kadang agak liar. Ntar kita lanjutkan ya, mau nggak?”
“Mau lanjutin dimana?”
“Bagaimana kalau kita karaoke?”
“Dimana?”
“Di..”
“Ayo aja, asal pulangnya jangan malam-malam ya”
“Oke, tenang saja.




















