“Nanggelin celana dalam Tante?”
“Iya. “Tak apa-apa Dit,” katanya mencoba menenangkan aku. Bokep jepang Saya sudah mengantuk sekali.”
“Tante takut tidur dalam gelap Dit”. Kenikmatan yang baru pertama kalinya aku rasakan. Kelihatannya dia memang ingin mengajak aku terus bercakap-cakap karena takut pergi tidur sendirian ke kamarnya. Sampai disini Tante Ratih mulai merintih. Dia takut sekali karena sewaktu masih hidup tetangga itu mengatakan kepada banyak orang bahwa sampai di kuburpun dia tidak akan pernah berbaikan dengan Tante Ratih.Lanjutannya ketika aku pulang dari latihan sepakbola, ibu memanggilku. Lama kami berdiam diri. Payudaranya juga indah kenceng serasi dengan bentuk badannya. Saya sudah mengantuk sekali.”
“Tante takut tidur dalam gelap Dit”. jangan tergesa-gesa ya Dit?”. Ke-lelakian-ku tersinggung. Aku mereguk ludah, kontolku kontak berdiri. Dalam hati aku melonjak-lonjak kegirangan. Lalu kujilat belahan vaginanya. “Iya Tante, mau sekali”, kataku tak sabar dengan melingkarkan tangan di bahunya. Perempuan cantik dan seksi lagi.“Kamu itu kurus tapi badanmu kok keras Dit?” bisiknya di sampingku dalam gelap. “Tante kan juga memerlukannya” , kataku tersenyum lebar. Atau barangkali itu hanya alasanku saja.




















