aktifin tuh handphone-nya..!”
“Klik!” Kulihat celana pendek hitamku tergeletak pada sebuah bangku kecil di depan meja rias itu. Bokep barat Kulihat Linda masih tak bergerak. Sekilas kudengar nafasnya hampir-hampir mendengkur, begitu teratur dan berirama. Dasar nenek sinting, bathinku. Kulihat sebelahku telah kosong. Anehnya, pengunjung bar yang lain tampak sama sekali tak peduli dengan aktivitas konyol yang berlangsung saat itu. Mimpi yang konyol”, pikirku. Aku menjadi sedikit terkejut, sekaligus menemukan jawaban atas keganjilan yang kurasakan. Ia lalu meneruskan kata-katanya. Wanita itu menjadi tersedak, membuat lava itu meluap-luap keluar dari mulutnya, sementara aku terhempas ke puncak kenikmatan.“Kring.. Kulihat sebelahku telah kosong. Kulihat sebelahku telah kosong. Dasar nenek sinting, bathinku. Matahari belum bersinar lama. Kulihat air itu menjadi bergulung-gulung membentuk pusaran lalu menghilang ke dasarnya mengeluarkan bunyi yang berdesis. Aku hanya dapat memegangi kepala wanita tua itu, membenamkannya dalam-dalam ke bawah perutku.Saat-saat kritis itu semakin dekat. kring..!” Suara telepon itu kembali mengejutkanku.




















