Mbak Ratih tersenyum padaku. Bokep viral Suasana yang melow mulai membuatku melontarkan kata-kata yang bodoh kala itu.“Kalo mas Adam sayang sama saya kenapa saya disuruh pergi dari sini?” tanyanya balik. Mbak Ratih tak memberikan respon, malahan posisinya sedikit ditarik ke belakang.“ya sudah, kalo gitu memang lebih baik usaha ini ditutup saja” kataku kecewa. Aku bahkan juga hafal sifat dan karakter karyawan/ti tapi maaf, bukan bermaksud untuk sombong. Dilain sisi mbak Ratih masih berusaha mempertahankan penghidupannya, ia mengusulkan untuk menambah karyawan dan ia juga bersedia untuk mengelola dengan tanggung jawab penuh. Sambil tak sadar ia memegangi kedua pergelanganku. Seketika cairan kental spremaku menyembur di dalam rongga mulutnya yang hangat. Aku pun tak tinggal diam, kubuka satu persatu kancing bajunya sehingga terlihat payudaranya yang masih tertutup bra ukuran 34A itu. “Aaahhh…Andai mbak Win belum bersuami…”. Sungguh tak tega aku melihatnya. Perlahan kututup pintu depan warung, kuhampiri mbak Ratih dan kusodrkan uang sejumlah dua juta rupiah padanya, mbak Ratih tertegun kemudian menatapku.




















