Restoran itu lebih terlihat seperti club malam yang berisikan wanita-wanita seksi dan kumpulan laki-laki mesum. Bokep arab Romi yang sedari tadi diam kini ikut-ikutan bergabung mengerjaiku. Rasanya aku pengin-pengin cepat pulang bertemu dengan orang tuaku. Kedua pahaku dibuka paksa oleh Soni dengan mulut yang masih tersumpal tangan Viko dari belakang. Singkat cerita akupun sampai di kantor dengan waktu yang hampir terlambat. Darah perawanku menetes deras diiringi dengan tetesan air mataku.“Aaahhh…enak sekali memekmu Nis…” ucap Viko yang saat itu tengah menyodokan batang penisnya ke dalam lubang vaginaku dari belakang.“Viko kumohon hentikan” rengekku.Kini posisiku dalam keadaan menungging seperti anjing. Padahal dari keluargaku sama sekali tidak ada yang berdarah arab. Setiap berangkat kerja dari rumah akau memakai hijab dulu dan sesampainya di kantor aku ganti baju dengan seragam yang telah disiapan kantor. Maka dari itu setelah lulus kuliah aku sebisa mungkin harus cari kerja untuk meringankan beban orang tuaku.Singkat cerita aku diterima kerja di Jakarta di bank swasta.




















