Aku males pulang jadinya. Bokep jepang Terdengar suara aneh. “Mas Joe…, aahh…, mmhhaahh…, Aahh…” Dia kelojotan. Chrootth…, chrootthh…, crothh…, craatthh…, sebagian menyemprot wajah Mikha, sebagian lagi ke payudaranya, ke dadanya, terakhir ke perut dan pusarnya. Gak ada yang mau ngantarin nih.”
Aku pun mengangguk. Gadis itu memakai kaos partai yang mengaku reformis,—aku rahasiakan saja baiknya—yang telah dipotong sedikit bagian bawahnya, sehinggs seperti model tank top, sedangkan bawahannya memakai mini skirt berwarna putih. Kunikmati kecantikan wajahnya. Tadi ikut-ikutan teman-temannya saja. Dia telah semakin akrab denganku. Tercatat pp, PND, PBB, PKB, PAN dan PK telah berhasil. “Bolehlah.” Kataku, setelah berpikir kalau besok aku tidak harus pagi-pagi ke kantor. Wajahnya yang cantik tersenyum kepadaku. Pusing ah mikirinnya. Di sana kami terdiam, mendengarkan ombak, begitu istilah Mikha tadi. “Kamu selingkuh juga.” Jawabku asal-asalan. (Ini cuma sekedar nyentil, lho. Aku lihat ke arah batang kemaluanku dan kemaluan Mikha, tampak olehku batang kemaluanku baru setengah terbenam kedalam kemaluannya. Aku rasakan hatiku tergetar, bibirku pun kurasakan bergetar, begitu juga dengan bibirnya.




















