Lalu siapa? Bokep arab “Siapa itu?”, Tak lama kemudian terdengar suaranya. aah, aku semakin deg-degkan. Ini bacaan orang besar”. “Iya Kak”. Namanya Tina, gadis Bali berkulit hitam manis. Sapto! Setiap siang sepulang sekolah, sambil
mengembalakan tiga ekor sapi milik Pak Rochim, aku membaca Kho Ping
Hoo. Saat mataku melihat lemari Kak Tina yang terbuka (biasanya
selalu dikunci), aku tergerak untuk mencari novel yang
disembunyikannya. Untung sisanya telah mengering. Kejantananku menegang. Bukan, beliau orang baik (sampai
sekarang aku selalu mengingatnya, ayah angkatku itu). Aku
terus membacanya, jakunku yang mulai tumbuh bergerak-gerak menelan
ludah. Jahat, masak cuma dia yang boleh
tahu hal-hal semacam itu. Keringatnya mengucur, bau badannya tercium
begitu menyengat. Lalu siapa? “Kak, Saya bisa pinjam nggak?”. Ceritanya benar-benar vulgar. Kelihatannya bagus. Pak Rochim tak pernah mengambil pembantu lagi. Walau
sedikit kesulitan, Kak Tina terus membaca. Membaca halaman
itu. Aku tertarik untuk membacanya lagi nanti. “Emangnya..?” tanyaku heran. Aku tak protes. Samar-samar, dari sinar lampu templok dapat
kulihat pangkal pahanya yang tertutup celana dalam putih. Dalam tidur aku bermimpi. Jahat, masak cuma dia yang boleh
tahu hal-hal semacam itu.




















