Aku yang senang mendangar jawaban mamaku segera berdiri dan membuka baju dan celanaku menyisakan celana dalamku.“Itu kolornya mau mama yang bukain?” tawar mamaku.“hehe, boleh mah..” kataku sambil memajukan pinggulku ke arah mamaku.Dia segera menyeipkan jari lentiknya di sela celana dalamku dan menariknya perlahan ke bawah, memperlihatkan penisku yang telah mengacung tegak dihadapannya.“wah.. Bokep viral udah lama nih gak rasain dimandiin mama” pintanya terhadapku.Sebenarnya itu adalah permintaan yang biasa dari seorang anak pada ibunya, namun tidak bila anaknya sudah sebesar ini, dengan bulu yang sudah tumbuh disekitar kemaluannya.“kamu ini ada-ada aja, mandi sendiri sana.. boleh Dio peluk mama?” pintaku kali ini.“Ya boleh dong.. mama lagi nyuci dibelakang, tumben kamu cepat pulang biasanya keluyuran dulu?” tanyaku.“kan mau nagih janji mandi bareng mama” jawabnya cengengesan.“dasar kamu, emang ada mama janji? mama lanjutin aja deh masaknya, Dio gak ganggu kok”jawabnya.Saat ini aku menggunakan daster dengan celemek untuk masak. Namaku Dio, umurku saat ini 16 tahun dan telah duduk dikelas 1 SMA. Dia mulai mengayunkan badannya maju mundur dengan kepala penis yang telah




















