Karena waktu sudah sangat sempit, aku memutuskan untuk bekerja overtime sampai selesai.Gedung perkantoran tempatku bekerja tergolong pelit, mereka mematikan lampu dan listrik utama setelah lewat pukul enam sore. Bokep hot wah, kalau itu sih…, apa kamu masih kurang yakin? Mungkin sikap ini juga yang membuatku belum mendapatkan pasangan ‘resmi’ hingga sekarang, tapi…, peduli amat? Memangnya aku Papa mertua kamu?”.Humornya membuatku tertawa geli, tapi juga sekaligus membuatku ingin berbuat lebih jauh dengannya. Ada yang aneh di pikiranku. Lelaki itu berbadan besar, tingginya sekitar 180-an lebih tinggi dariku yang tergolong jangkung. pikirku kegirangan.“Boleh aja, apa Albert nggak ada yang nungguin di rumah?”.“Ah, belum kok.” Jawabnya sambil mengerdipkan mata kiri dan tersenyum manis.“OK, aku akan beres-beres dulu yah!”, Kataku sambil melangkah balik ke bilikku.Aku segera mengemasi notebook dan kertas-kertas kerjaku secara terburu-buru. Puting-putingku dijilat, dihisap, digigit, dan aku tak tahu diapakan lagi…, rasanya luar biasa geli dan nikmat. Aku tak tahu diapakan, tapi celana dalamku segera lepas.




















