Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. “Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda…” Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.Hamil muda?!?! Bokep indo live Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Tes! Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Katanya mau kayak Rasul? Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku.




















