Kamipun asik menyanyikan lagu-lagu disertai dengan senda gurau dan canda tawa. Playbokep Fantasiku semakin liar dan sedetik kemudian aku tarik Wanda ke tempat dudukku. kontolku semakin tegak dan keras melihat Santi yang telah menanggalkan behanya. “Ok deh pa, emang kita mau sekalian swing ya?”, tanyanya menggoda. “Ah, gila kamu, Dimas kan temen gua, emang kamu naksir sama dia?,” jawabku. “Andai saja aku bisa merasakan tubuh Santi,” pikirku.Kali ini Dimas melepas baju atasnya dan memelorotkan celananya hingga tersembul kontolnya yang sudah tegak dan berdiri keras. “Ok..ok”, ujarku, dan setelah menutup pembicaraan, akupun segera menelepon Wanda. Aku mencoba meredakan hasrat dengan meminum beberapa gelas Jack D yang dicampur Coca Cola, namun usahaku sia-sia. Dimaspun menjawab dengan senyum dan Santi yang sedang nungging itu menoleh kepadaku sambil tersenyum. “Ah, gila kamu, Dimas kan temen gua, emang kamu naksir sama dia?,” jawabku. Wanda dan Dimas yang menonton permainan kami bertepuk tangan seperti menonton pertandingan tinju saja.Malam itu kami berempat besepakat untuk mengadakan “pesta” serupa di lain waktu.




















