Hesti terdiam dan hanya tersenyum mendengar pertanyaanku yang mulai terarah itu. Sudah sejak seminggu yang lalu Lenny sekretarisku mengeluh kalau pekerjaannya sekarang bertambah banyak, Karena memang beberapa waktu ini aku membeli beberapa perusahaan baru untuk perluasan bisnisku. Bokep barat Aku merasa semuanya sudah cukup, maka aku kembali duduk di kursiku dan kusuruh dia kembali berpakaian. Setelah dia tak begitu canggung berbicara denganku, aku mulai memasang jebakanku, kutawari dia untuk merokok, Hesti kaget mendengar tawaranku itu, dengan ragu ragu ia memandangku. Tetapi lain dengan Wulan yang langsung meloncat kaget dengan wajah pucat pasi dan kebingungan mencari penutup tubuh. Ratih yang diduga Lenny perawan ternyata juga sudah tak perawan, justru cewek satu ini yang berani terang terangan mengajak aku untuk main tetapi aku ragu ragu karena aku hanya mau main dengan calon pegawai yang betul betul akan kuterima saja, yang lainnya cukup main main saja.Kesabaran dan ketahananku akhirnya berbuah juga, ketika calon sekretarisku yang bernama Wulan masuk, aku merasakan kalau inilah cewek yang tepat untuk mendampingi Lenny sebagai sekretaris, mataku




















