Kamera terus disorot hingga Fahmi dan Guntur mulai melepaskan bra dan celana dalam yang masih dipakai Karen.Karen ingin menolak, namun badannya tidak bisa digerakkan, bagaikan obat bius, dia hanya bisa melihat dan menangis, tanpa bisa berteriak.Terpampang sudah tubuh indah Karen, bukan hanya di depan Fahmi, Guntur, Yesi dan Florensia, melainkan di depan kamera yang entah ke depannya akan ditonton orang banyak atau hanya sekedar privasi saja.Mata Karen mulai meneteskan air mata. Uangnya hanya dihabiskan untuk foya-foya, belanja pakaian mahal, parfum mahal, kosmetik mahal, ke salon, dan lain sebagainya layaknya artis atau anak-anak orang kaya…. Bokep indonesia “Oke, hari ini tema minuman ya…”, kata Guntur sambil memberikan sebuah botol minuman orange yang mirip dengan Floridina.Seperti biasa Karen langsung ke kamar ganti bersama Yesi, tanpa malu lagi Karen telanjang bulat di depan Yesi. “Hai semua…”, sapa Karen. Ia terus menangis di sepanjang jalan. Badannya tidak bisa digerakkan, namun ia masih sangat sadar, ia tidak berkutik di sana, difoto terus dari berbagai sisi.***
Puas mengambil gambar, Guntur dan Fahmi pun sekarang menyunting




















