Dia adalah temannya Anita.“Boleh deh, mumpung hari ini kita gak ada kelas.” jawab Nita, lalu ia menatapku, “Bram, kamu ke kantin sedirian gakpapa kan? Bokep jepang Nita mau kan untuk sementara ini nginap di rumah Bunda? Dan betapa kagetnya aku, ketika menyadari diriku sedang dalam kondisi telanjang bulat tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhku. Kalau kamu gak ada acara temenin aku ya.” pintanya lagi.“Aseekkk… Makasih, ya Nin, aku bisa.” seruku girang.Saat sedang enak-enaknya ngobrol dengan Nina sembari menikmati secangkir kopi, aku dikagetkan oleh seorang cewek yang tiba-tiba duduk di sebelahku.“Bram, ya ampun kamu itu ditungguin dari tadi juga di parkiran.” serunya tiba-tiba.“Kan hari ini kita ada tugas kelompok.” cerocosnya lagi.“Haahhhh… Tugas kelompok?” tanyaku polos. Nit, kopi Nit….!” Pintaku pada Nita untuk membuatkan kopi untukku.“Iya…. Astaga naga kok iniku belum juga mau turun ya.” ucapku dalam hati saat melihat juniorku yang masih berdiri tegak menantang. Dingin juga airnya. Suara pagar terbuka.“Eh cah ayu (anak cantik), monggo (silahkan) masuk mbak.” Mbok Darmi tergopoh membukakan pintu dan mempersilahkan aku masuk.“Assalamualaikum, Mbok.”




















