Tanya Pak Darmawan.Aku tidak menjawab.Ditanya tuh jawab, bego! Mereka berdua lalu mengikat kakiku di kaki-kaki kursi sehingga pahaku yang hanya dibalut oleh rok mulai terekspos.Bagus. Bokep hot ujar Gilang yang menganggapku seperti barang yang bisa dicoba kapan saja.Mau ke mana kamu? Mending lo ngomong dulu sana sama dosbing lo kalo duit lo abis.Ah, benar juga, pikirku. Enak Tuan.Aku masih menikmati sisa-sisa orgasmeku barusan ketika tiba-tiba saja Pak Darmawan mengangkat tubuhku dan melemparkanku ke atas kasur dan menyadarkanku atas sesuatu.Oh, ini baru saja dimulai. Liat nih tas gue, lucu kan? suara Bagas meninggi sambil tetap mengikat kedua pergelangan tanganku erat-erat dan menyatukannya dengan kursi. Gue cabut dulu.Setelah berpamitan dengan Pak Darmawan dan Gilang, Bagas keluar ruangan dengan berkas yang tadi kutandatangani. Kalau aku tidak berhasil lulus di semester depan, aku akan di-DO oleh pihak kampus.Duh, gue bingung nih Nat. Liat tuh putingnya, ngacung gitu.MmmhhhMau tidak mau, aku terbawa permainan Pak Darmawan dan Gilang yang melecehkanku.




















