“Iya bu terimakasih”, jawabnya.“Kok bapak tidak bertugas”, tanyaku. Aku masih berpikir apa aku harus menampar muka Randi dan mengusirnya. Bokep barat “Ya udahlah, terima aja uang dendanya, selesai kan?”, akupun menjawab“Sekarang dia menuju rumah kita, karena aku bilang minta maaf aja langsung ma istriku”, jawab suamiku. “Saya mohon jangan panggil pak dong, panggil nama saja”, jawabnya. Bibi..”, Aku memanggil pembantuku.Pembantuku datang dengan lari–lari kecil dan menyahut panggilanku.“Ada apa bu?”
“Bibi sekarang ke pasar beli buah buat persediaan anak–anak”, perintahku.Kebetulan buah–buahan yang dikulkas telah habis.“Tapi bu, saya sedang masak”, bantah pembantuku. Aku tinggal di kompleks perumahan elit di kota Y. “Ihh, ngapain pa?, kayak kurang kerjaan aja?”, aku membalas perkataannya. Setelah nafas kami mulai mereda, lalu dia berkata,“Bu, aku cabut ya punyaku”, dan sebelum dia menghabiskan perkataannya, aku cengkeram punggungnya dengan kedua tanganku dan aku berkata. “Iya sich bu, tapi saya tidak enak saja”, Kembali dia berkata dengan nada menyesal. “Terimakasih ya, tapi Randi jangan memuji terus, karena tidak enak aja kedengaranya”, jawabku halus. Suamiku termasuk orang yang selalu sibuk.




















