“..Erik? Aku takut dibenci. Bokep arab Tapi, dia juga bersikap disiplin. Erik menciumi diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa. Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Aku pun merasa ketakutan. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua. Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya. Sepuluh menit setelah itu, Erik terlihat kejang sesaat sambil mengerang tertahan. Kenapa??!!”
Dia melihatku dengan pandangan marah. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Erik mengajakku istirahat di kamar hotel. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Aku lumayan capek, tapi aku senang. Itu namaku. “Hhh..!!”
“Tidak apa-apa..kalau Erik..tidak apa-apa.” pikirku.Aku memejamkan mataku erat-erat ketika Erik mulai memasukkan ‘senjata’nya ke dalam diriku. ‘Senjata’nya sudah memasuki diriku seutuhnya dan sakit yang kurasakan itu sedikit aneh, ada kenikmatan




















