Saat itu aku merasa amat kecil didepannya. Aku hanya diam saja tak bisa melarangnya lagi. Bokep arab Aku di papahnya duduk kembali di tempat semula.Dia bilang aku jangan berjalan dulu, biar dia yang ambil minuman katanya. Rupanya maling itu adalah pemuda dari kampung sebelah dan selama ini penghuni kompleks sering kemalingan karena ulahnya. Aku merasakan merasa asing jika di malam malam itu ada orang lain yang tidur dirumahku. Kini organ vitalku hanya tertutup cd putih berbahan katun. Karena oleh2 yang dibawa suamiku tidak sanggup kami habiskan sendiri, ia menyarankan agar makanan itu di berikan saja pada Bang Roji. Aku terkejut dan melepaskan peganganku yang hanya beberapa saat itu. Aku semakin membencinya jika sudah berada dan tidur dikamar. “Koq dik Risa gak ikut ke sana juga, kan kasian Suci” ,katanya. Melihat tingkahnya itu,aku seakan terenyuh akan sikapnya yang terlihat sabar. Sambil rebahan aku mendengarkan kisah juga tentang kenakalannya dimasa lalu. Aku amat bersedih hati, disaat malam-malam aku menahan gejolak sebagai seorang wanita dan merindukan belaian suami, namun di tempat




















