Om Ridwan terlihat begitu tenang mengikuti segala kemauannya. Bokep HD Rido tidak menginggalkannya setelah dua tiga kali menyetubuhinya seperti kekasih-kekasihnya yang lain. Rido pun tidak segan mengelurkan uang banyak guna memenuhi segala kebutuhan hidup Cinta. Om Ridwan berdehem. Khusus untuk ‘aktifitas’ yang satu ini, mungkin tidak satupun dari sahabat Cinta yang akan pernah menyangkanya. “Sekarang ini Om adalah pelanggan kamu dan kamu sepenuhnya berhak menentukan apakah menerima atau menolak tawaran Om”. Ia cukup tahu tabiat mesum rekannya, Rudi. Dia mengambil brosur hotel yang disediakan di sudut meja resepsionis. “Katanya mau buru-buru meeting?”. Barang yang disebutkan Cinta tadi harganya begitu tinggi. Rupanya malam itu suasana cukup ramai, tidak seperti hari-hari biasa. Laki-laki itu menjadi salah tingkah karena perbuatan nakalnya ketahuan. “Beneran Om..”, Cinta terdengar bersemangat. Cinta tidak berada dalam lingkungan yang memungkinkan untuk menjerumuskannya kepada profesi tersebut. Lenguhan panjang keluar dari mulut Cinta ketika batang tegang Rido memasuki dirinya. Setelah hening beberapa saat lalu Cinta berkata terbata-bata, “Tolong jangan kasi tau orang tua Cinta Om…”. Dengan uang sebanyak itu




















