Nggak berani terus-terang mandang langsung?” Aku berpikir sejenak mencerna
maksud pertanyaan Mbak Mira itu. Bokep china “Ya luculah. “Kalau gitu, aku duluan mandi,” katanya sambil menyambar
hand-bag dan menuju kamar. Kuturunkan lagi
mulutku, berhenti di gundukan yang ditumbuhi bulu lebat, namun tercukur dan
tertata rapi. Dalam keterpejaman mata itu, aku seperti melayang-layang dan
sekelilingku terasa begitu Mira, seperti nama waMela yang sedang menyatu
denganku. “Kamu bete, karena malem ini kamu nggak bisa ngapa-ngapain
sama Farah, ya kan?” aku hanya tersenyum, Mbak Mira yang tadinya tutur katanya
halus dan ramah berubah seperti itu. “Nih, minum dulu, habis itu mandi,” kata Mbak Mira sambil
menuangkan air dingin ke dalam gelas. Kalau kamu berani
macem-macem sama adikku, aku bisa bunuh kamu!” kali ini Mbak Mira nampak
benar-benar marah.Akhirnya kusudahi juga menggodanya melihat Mbak Mira seperti
itu, apalagi pengunjung mall yang lain kadang-kadang menoleh pada kami. Bergerak maju mundur
dari pelan dan makin lama makin cepat.“Aaaah… Hoooohh,” aku hampir pada puncak, dan Mbak Mira
cukup cekatan.




















