Di luar nampak Eki dengan wajah kaget dan gemetaran ketahuan mengintip kami. Bokep barat kamu kuat juga ya. Mukanya merah. Kalau belum, aku pengen telp.”Aku segera balas:“Baru terbangun, telp aja, kangen.”Segera setelah kubalas sms, Mas Prasetyo menelponku. Aku tak tahu lagi apa yang kecerecaukan di telepon, tapi nampaknya suamiku juga sama saja. Bahkan kali ini, aku ikut jatuh terduduk di pangkuannya. Kami sangat bahagia karena bayi dalam kandunganku berada dalam kondisi sehat.Aku selalu mengingatkan Eki untuk tetap fokus pada sekolahnya, dan jangan terlalu memikirkan anaknya. Ma-maaf ya, Om,” kata Eki sambil menunduk.Segera dia meluncur pergi lewat halaman samping.“Masuk!” suamiku melihat ke arahku dengan suara agak keras.Gemetar juga aku mendengar suamiku yang biasanya halus dan mesra padaku. Tiba-tiba kami tersentak ketika kami mendengar suara berisik di jendela.Segera suami mencabut batangnya dan membuka jendela.




















