Ooooh………! Playbokep Ooooh……! Nafsu kami semakin liar, semakin brutal.Kemaluan Reza begitu sempit, squirty! Setelah makan siang sekitar pukul 1 siang, massa mulai berdatangan, padahal panggung pun masih kosong mlompong hanya suara musik dangdut yang di putar melalui dvd.Beberapa rombongan mulai berdatangan membawa nama DPC masing masing, dengan membawa bendera dan kaos merah bergambarkan foto Ayah dan pasangannya, serta atribut atribut partai yang lain. Akupun melepasakan kaos threesecond yang kukenakan, kulempar entah kemana.Reza yang sudah duduk di sofa mulai mengonani kejantananku,“Slurrp” masuklah kejantananku kemulutnya,di pegang pangkal batang kejantananku di kulumnya mulai dari lubang kencing lalu seluruh kejantananku.“Ooooh……, terus Zaaaaa,”“Heeeeeeeemph, iya begitu.”Mulai dari kepalanya hingga pangkalnya, perlahan hilang ditelan bibir Reza yang tipis manis. Aku menyuruh orang untuk menghubungi manager OM Pantura, dan akhirnya setelah sepakat dengan harga, tanggal, dan tempat kita berjanji akan bertemu dan menandatangani kontrak.Setelah semua kesepakatan terjadi, aku meminta kepada tim sukses Ayahku yang bertugas mengkampanyekan Ayahku di media massa, jejaring soial, untuk mengirim sms lewat server secara random ke seluruh masyarakat di kotaku.




















