Bergegas saya serentak turun & kuperhatikan sejenak taxi sudah menghilang di tikungan jalan. Bokep barat Pipis lagi. Serta-merta..!” perintah Tami berdiri, diikuti Lina & Dian.Sedangkan saya masihlah lemas. Mataku melotot tak yakin bersama penuh ketidaktahuan & ngerti seluruh ini.“Ada apa ini, apa-apa ini ini..? Demikian nasehat kawan-kawan seniorku di dunia olahraga yg tidak sedikit penggemarnya.“Baiklah. Panas & pedih, seluruh bercampur menjadi 1. Karuan saja saya menjerit sakit. Kembali saya tonton alamat rumah yg kutuju itu. Begitupun Dian, gadis ke-3 yg bertubuh kekar seperti pria itu & punya rambut pendek sebatas bahunya yg kokoh. Saksikan kemari Mas Andre..!” sahut Tami yg berdiri di belakangku.Saya serentak membalikkan tubuhku & seketika saya terperanjat. Saya menjerit-jerit sejadinya. Waktu Ini aja ya, saya udah nggak sabar nih..!” sahut Dian mengelus-elus pantatku.“Sama dong. Tak ada rantai. Merampok dirimu. Trim. Sekarang Ini saya dipindah ke suatu kamar yg luas dgn dinding yg penuh foto-foto hasil klipingan mereka mengenai saya.




















