Mbak Femi cuma diam sambil menutup mata.Aku kecup bibirnya sekali, tdk ada reaksi. Dia meringis seperti protes karena aku berlama-lama, aku cuma membalasnya dengan seyum kecil. Bokep indo Mbak Femi bersikap sangat manja kepadaku sedang akupun memanjakannya dengan senang hati. Disitu aku baru sadar ternyata pinggul mbak Femi sangat bagus. Tapi awas, rahasia ya” jawabnya. “mmmmm…” jawabnya gak jelas.Karena aneh atas jawabannya aku mengirim pesan “Ada apa mbak, apa ada masalah ?”Agak lama dia mengirim jawaban “Rian, masih inget tawaran kamu waktu itu nggak ?”Jujur aku lupa sekali apa yg aku tawarkan, karena pikiranku penuh dengan pekerjaanku. Rencanaku sih aku ingin mencium bibirnya, kemudian turun ke payudaranya baru kemudian mencium memeknya. Aku tahu sebenarnya mbak Femi mau, cuma takut karena ini pertama kali ada laki-laki selain suaminya yg menyentuhnya.Aku pegang kedua pipinya dan aku angkat agar aku melihat wajahnya. Kemudian aku sendiri membuka celana panjangku.




















