Gerakannya tak kalah ganas dan tubuhnya segera bermandikan peluh menyatu dengan keringatku. Bokep arab “Sempurna”, jawab Randy. Tapi biarlah, yang terpenting emosiku sudah tercurahkan. Lalu Randy menceritakan segalanya. “Menurutmu, bagaimana tubuh mama? Aku berusaha menghindari namun ia terus menciumi wajahku,tanganku berusaha membebaskan diri dari pelukannya yang erat namun akibatnya fatal, handuk yang kulilitkan sebagai penutup tubuh terlepas. Sulit kupercaya, pagi itu aku akan mengalami suatu peristiwa kejahatan yang paling ditakuti wanita manapun. “Ya udah, kamu pergi kuliah sana, mama mau mandi, setelah itu munkin akan jalan-jalan ke Malioboro sampai sore, nanti mama sms kalau perlu dijemput”, ujarku. Ini tampak begitu nyata. Rasa sakit hati,dendam, marah, malu bercampur aduk, namun kelelahan fisik membuatku sangat mengantuk, dan tak pernah sengantuk ini..ah…kopi itu jangan-jangan…dan tanpa mampu kucegah aku menuju alam mimpi. Tapi biarlah, yang terpenting emosiku sudah tercurahkan.




















