Tapi aku mencoba berpura pura terpengaruh, dan aku sengaja menggigit bibirku.“Oh… enak ya Eliza”, ejek pak Edy dengan percaya diri. Aku sendiri terbaring lemas dan keadaanku tak lebih baik dari mereka. Bokep HD Sedangkan keadaanku sendiri kelihatannya tak jauh beda, karena mukaku rasanya panas, jantungku juga berdegup kencang.“El, siapa ya yang lagi asyik nih siang siang gini?”, tanya Jenny dengan bingung.Aku mengangkat bahu, dan Jenny dengan hati hati mengintip melalui pintu. Lenguhan tertahan dari Vera, membuat aku makin merasa lemas, dan aku memutuskan berhenti mengintip dan menarik tangan Jenny. Dan aku jadi melamun sampai akhirnya bel pulang sekolah berbunyi…*** Orang orang seperti ini harusnya membuatku jijik atau sedikitnya aku malas berdekatan dengan mereka. Rasanya juga tak mungkin. “Gila kamu yah? Jen, titip pesan sama pak Warno, aku mesti menemui pak Edy nih”.Mereka mengangguk dan aku segera naik ke atas, bersiap menerima nasib buruk.




















